Kamis, 06 Februari 2020

Nadir

Cahaya merasuk lewat bilik harap
Dia merembas menemukan sunyi terkapar dalam serabut kasat
Tak pelik rasanya punya kalut yang berebut tempat
Mengais, meraung, memercik lalu membakar
Nyala akan asa, teriakan yang membara
Punya diri dengan sejuta harga, hingga semua manusia tak pelak gaungkan namanya keseluruh kota
Penjuru tak bertepi
Dia lelah, dia ter enyah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...