Ada yang hadir sebagai nadir
Berdetak melekat
Menyatu berpadu
Tak terpisah, seorang rumah
Tempat pulang setiap petang datang menjelang
Sederhana,
Kau kira tambahan warna
Babak belur, hancur lebur
Kau limpahkan syukur
Ini ujian kau kata
Sedikit lagi saja untuk akhir yang bahagia
Lelah mengalah, letih yang perih
Pilu memburu, patah yang rekah
Untuk waktu yang kau tuju, demi suci yang kau nanti
Aku ada disini sebagai P3K
Pertolongan pertama kala kau kira dunia telah celaka dan
usai begitu saja
Meski semestamu dia, gravitasimu tetap aku
Saat kau hilang arah, akan selalu menjadi rumah
Silahkan bersenang-senang
Aku hanya tempat mengadu tenang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar