Minggu, 09 Februari 2020

Lunar

Aku Kirana
Kau Baskara
Kita samasama dicipta untuk merampas intensitas
Bukannya bersandingan dalam langit yang luas
Samasama merebut gelap
Dan malah membuat segalanya menjadi jauh lebih pekat
Tidak ada kata kalah
Meski dilingkupi dosa salah
Kau dan aku mengira, dunia bisa kita cahayakan bersama
Walau sebenarnya, terlalu silau jika matahari ada dua

Aku memilih pergi saat kau sudah berlari. Dengan sisi gelap yang baru kau temui dan butuh kau sinari. Dengan semua resolusi yang kau bangun susah payah dan aku dihapus didalamnya. Beruntungnya aku masih berada di permukaan, belum berada dalam kedalaman. Aku tak jadi pihak yang paling tersakiti, karena aku yang sedang proses bunuh diri.

Aku yang gagal membentuk. Aku yang berhasil remuk.

Tapi aku senang kau berada di sisi bumi. Yang punya jutaan cerita dalam ceria. Aku bangga saat citacitamu terbentuk nyata. Aku tak pernah berniat merasuk kembali. Tak pernah ada dalam batinku punya paragraf yang sudah kau tutup dengan epilog.

Berbahagialah, selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...