Kau adalah api.
Menyala dengan kecil yang rapuh dan perlu banyak kayu juga sedikit minyak.
Seiring dengan waktu, kau tidak lagi hanya berada didalam sebuah lentera.
Kau mulai mengenal kertas yang ditulis sebagai perkamen tua.
Kau berteman baik dengan udara karena sadar bahwa tanpanya, kau bisa mati tanpa tapi.
Kau tumbuh dalam berbagai cara dan rupa.
Menyempurnakan malam yang gelap menjadi gemerlap.
Menumbuhkan bayangan dari banyak hal yang memiliki rupa.
Banyak yang memujamu
Tapi, tak sedikit yang juga berharap..
Kau mati dalam nyala yang kau bakar sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar