Kamis, 09 Januari 2020

Ruang Duduk di 21.06

Aku harus berhenti menatap pintu.

Atau mengecek instagramku untuk memastikan kau melihat atau tidak aku sedang dimana dan sedang apa.

Atau berusaha kembali focus pada pekerjaanku di depan mata. Menyusun makalah seperti biasa. Untuk memenuhi tugas yang banyak berlubang karena absensi yang sangat buruk belakangan ini. Aku punya alasan kenapa seringkali bolos kelas. Aku bilang pada semua orang kalau aku sibuk bekerja.

Sebenarnya aku agak sulit focus.

Mudah sekali lelah dan pikiranku tidak bisa konsentrasi pada hal remeh dalam hidup.

Sial aku melihat pintu lagi!!

Ku kira kau baru masuk dan tersenyum sedikit. Tapi itu malah orang lain. Perempuan pula!!

Aku tau rasanya bodoh sekali. Padahal aku bisa menghubungimu dan memintamu datang. Seperti yang selalu kulakukan meski kau tidak pernah mau datang. Tapi aku lebih bodoh jika melakukan itu, jadi aku hanya seperti kebanyakan perempuan lain. Aku memberimu kode.

Oke itu lebih lebih lebih bodoh lagi.

Jadi aku harus bagaimana??

Ini sudah nyaris 6 bulan. Kau tau itu setengah tahun yang panjang!! Aku harus berpuasa menahan jumpa. Haha lebay ya. Tapi sial itu memang sulit sekali. Aku mengutuk bodohnya aku kemarin-kemarin tentang memastikan kau masih hidup. Baikbaik saja entah dengan siapapun kau menghabiskan waktu.

Eh iya kau tau? Kode ku malah di artikan banyak orang kalau aku memberitahu mereka dimana posisi ku saat ini. Aku harus berputar otak agar menyampaikan bukan mereka yang ingin aku temui. 

Ah kenapa aku sebodoh ini ya??!!!

Aku lelah.

Baik. Kemarilah segera!

Aku menunggu! Lekas! Aku akan belikan kau crème brulee!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...