Ini adalah sebuah Paragraf untuk
tiga kata ajaib.
Maaf, Terimakasih & Tolong.
Yang secara tidak langsung ku
tujukan untukmu D dimanapun kau berada, dalam keadaan apapun kau membaca ini.
Maaf aku tidak bisa bilang
langsung. Aku terlalu pengecut untuk itu. Aku Cuma bisa menulis ini dengan
harapan mungkin kau akan membacanya suatu saat nanti dan memberikanku maaf agar
aku bisa hidup dengan tenang tanpa menjadi bayang di hidupmu yang tentu tak
pernah kau sadari.
Untuk 2015 yang sangat
mempengaruhi ku selama 4 tahun ini. Sebentar lagi tahun kelima dan aku tidak
ingin terus terjebak dalam rasa penasaran yang kuat dalam rongga nadiku. Jadi aku
akan memulai membuka paragraph yang kemungkinan kecil kau lirik, tapi berharap
itu baik selama kesempatan itu ada dan aku memperjuangkannya.
Aku minta maaf,
Untuk beberapa tahun lalu. Aku sangat
amat senang bisa bertemu denganmu di November waktu itu. Saat kau datang untuk
mengambil buku paper romance pesanan customermu. Kau duduk di kursi customer
service dan aku memandangmu dari kejauhan tidak bisa menahan senyum yang terus
menerus berteriak keluar merebut tempat untuk merekah. Sweeter merah santa claus dan sial kau
keterlaluan di balut itu. Aku tidak bisa melupakannya untuk banyak tahun
berikutnya. Menyebut namamu dan yang kuingat adalah bayang itu.
Aku senang sekali mendapat
kesempatan melihat KTP mu dan ada tanggal lahirmu disana. Aku berjanji detik
itu untuk selalu memberikan yang terbaik saat hari lahirmu tiba. Aku membuat
semua hal dan mengemasnya menjadi sesuatu yang istimewa ketika Maret itu hadir
tahun depan. Sejak saat itu aku benar-benar mencarimu. Dan ku putuskan aku
jatuh cinta.
Tak ada yang lebih membuatku
bahagia saat kau akhirnya datang ke tempatku bekerja dengan celana merah baju
hitam panjang dan masker hijau yang membuatku harus lari ke pantry untuk
memakai parfum banyak-banyak dan memoles bibir hanya demi kelihatan segar saat
kau melihatku.
Bagiamana ya aku mengatakannya? Setiap
detail yang kau berikan padaku, senyum itu, sentuhan kecil, saat kau berdiri di
sampingku, rasanya semua adalah yang terbaik yang pernah Tuhan berikan dan
anugerah itu di berikan lewatmu. Membuatku begitu bersyukur bisa mendapatkan
itu semua.
Tapi maafkan aku.
Aku yang bodoh malah dekat dengan
orang lain. Jalan dengan manusia yang lain ketika seluruh hidupku aku beri
untuk mu. Aku depresi saat kau malah dekat dengan perempuan lain bahkan hanya
sekedar memegang tangan. Aku sangat kesal. Dan hal yang kulakukan adalah balas
dendam yang malah sangat salah dan boomerang paling menyakitkan. Maafkan aku
pernah begitu bodoh. Maafkan aku yang malah memilih orang lain, merusak diri
karena aku tidak mendapatkan mu kembali. Aku salah dan aku bodoh dan aku tahu
harusnya aku tidak melakukan hal itu.
Aku sangat menyesal karena semua
yang aku lakukan tidak pernah membuatmu kembali. Aku jahat dengan pergi bersama
orang lain berharap mungkin kau akan tergerak berkompetisi. Aku nyaris menyerah
mendapatkanmu. Maaf kan aku. aku tidak pernah ada rasa pada mereka. Aku pandai
berpura-pura memiliki rasa pada mereka tapi aku lelah berbohong pada diri
sendiri. Aku lelah.
Aku minta maaf.
Dan mengembalikanmu adalah hal
tersulit yang aku jalani. Aku tidak suka kita jadi canggung. Aku tidak suka kau
membentuk jarak. Aku ingin kita kembali seperti dulu. Jika itu artinya tanpa
melibatkan perasaan aku akan mencoba untuk tidak terlalu menunjukannya. Tapi aku
tetap menyukaimu. Sangat. Dan tidak berubah. Kau tau? Wallpaper ponselku dan
pigura di mejaku adalah fotomu.
Aku juga ingin berterimakasih. Untuk
tahun yang luar biasa.
Itu adalah perjalanan paling
hebat. Aku menemukan mu di setiap tempat yang aku lalui. Bahkan ketika aku
pergi dengan orang lain, mendengar lagu mu di nyanyikan orang lain, aku masih
menemukanmu berada disana. Aku juga tentu ber Alhamdulilah karena Allah
memberimu untuk muncul dalam hidupku. Terimakasih karena kau telah hadir dalam
waktu yang sama dan berkunjung padaku. Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi. Aku
butuh tisu!!
Dan Terakhir, aku mau minta
tolong.
Tolong jaga dirimu baik-baik.
Lakukan yang kau suka. Apapun itu
selama positif dan baik baik aku selalu mendukungmu dalam doa. Mungkin jika
malaikat bisa berimu bocoran, namaku akan muncul setelah Ibumu sebagai orang
yang paling sering menyebutmu dalam doa.
Jangan terlalu larut ketika
pulang atau terlalu pagi untuk tidur. Makan yang baik dan kau bisa menjaga diri
lebih daripada yang aku tahu. Aku tahu, kau tak perlu di iingatkan. Tapi yah..
aku hanya bisa memberimu itu. Sebagai pesan terakhir yang ku sampaikan.
Kadang aku menyesal menghapusmu
dari sebagian memori. Tapi yah, mungkin ada saat nya aku untuk menerima lupa.
Suatu saat kau takkan lagi ada
dalam ingatan yang ku miliki. Aku tahu. Tapi aku masih mencari cara untuk
ketahap itu. Dan aku kuatir, tidak bisa menemukannya.
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar