Kemarin aku tiba-tiba ingin ke
Istana Plaza.
Entah kenapa hanya feelingku kuat
ingin kesana.
Jadi ketika aku pulang, aku
berusaha tepat pukul 4 saat matahari sedang cantik namun satu sisi mengerikan
karena efeknya benar-benar parah. Kekeringan,
kebakaran hutan. Dan aku masih menganggapnya senja yang indah.
Aku duduk di sebuah angkutan kota
menelusuri jalanan yang rindang dan kadangkadang aku melihat sinar matahari
diantara dedaunan. Sambil memikirkan, apa yang sedang kau lakukan ya?
Apa mungkin kau sedang di kamarmu
memainkan lagu? Atau belajar teknik kartu yang baru? Atau kau hanya tiduran? Atau
kau sibuk dengan kesibukan yang aku tidak tahu itu apa. Tapi seperti bagaimana
kebiasaan otakku bekerja, aku selalu memikirkan kau baik baik saja dengan
segala hal yang kau lakukan. Bagaimana kau memulai harimu dengan baik. Tidur menjelang
pagi, bangun di tengah siang. Dengan celana boxer atau kaos lengan panjang kau
bangun. Rambut berantakan, dan ah sial aku jadi kesal tak bisa melihatmu saat
itu.
Oh ya beberapa hari kemarin aku
menemuimu dalam mimpi. Kau manis sekali. Dengan cara yang menyenangkan kau
tersenyum padaku. Aku lupa aku bilang apa tapi aku ingat betapa tatapanku bisa
mengartikan betapa aku sangat suka melihatmu melihatku.
Lalu aku terbangun. Dan sangat
sedih menyadari itu hanya mimpi.
Oh ya, aku akhirnya tiba di mall
ini. Ini mall yang katanya akan mati sebentar lagi. Banyak tenant nya yang
tutup karena management nya buruk. Tapi aku masih bersyukur banyak tenant yang
ku sukai masih berdiri. Gramedia sedang mengadakan diskon yang cukup hebat. Banyak
buku yang didiskon murah dan aku membeli beberapa. Aku juga membeli tiket
nonton. Aku nonton sendiri tapi kemudian aku keluar lagi.
Lalu aku beli kopi. Tapi kopinya tidak
enak. Aku menyesal membelinya.
Aku Cuma duduk di tepi kursi
sendiri lalu aku menelefon teman-temanku siapa tau mereka bisa datang sekedar
menjadi teman.
Tapi tidak ada yang datang. Jadi aku
melamun lagi.
Tempat itu sudah berubah ya. Tapi
aku masih banyak mengingat hal baik di tempat itu.
Bagaimana aku benar-benar
menyukai berada disana. Bagaimana aku bisa jatuh cinta pada hal kecil yang
kubuat saat beberpa jam aku disana. Aku ingat saat kau tersenyum. Aku ingat
saat kau bilang sweeterku bagus. Aku ingat saat ternyata kau membeli sweeter
serupa berwarna abuabu.
Aku jadi ingin pulang dan memakai
sweeter itu.
Aku juga ingat tentang buku dilan
yang pernah kau berikan. Dengan tandatangan di dalamya. Aku sangat sedih karena
itu hal terbaik yang terakhir bisa kau beri setelah melepasku seperti itu.
Kenapa ya aku bodoh sekali?
Kenapa ya aku jahat sekali!
Kemana moralku saat itu? Aku sedih
hingga hari ini dan mengutuk kenapa aku bisa sebodoh itu.
Aku belum pernah mengatakan ini
padamu.
Aku minta maaf.
Untuk semua kebodohan yang pernah
aku lakukan. Aku tidak pernah sekalipun berhenti untuk menyukaimu. Lebay mungkin
jika kau baca ini sekarang. Aku tertawa juga.
Tapi percayalah satu hal.
Dari semua kehidupan dan
kebodohan yang aku alami, aku berusaha entah bagaimana caranya agar aku bisa
mendapatkan perhatianmu kembali. Meski aku tahu itu salah.
Sangat sangat salah. Dan aku
merutuki dosaku lagi.
Maaf. Maaf dan maaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar