Sabtu, 21 September 2019

Surat Untuk Aku, dari Aku


Surat untuk Aku.

Hai Aku,

Apakabarmu? Kusut ya? Seperti headset yang masuk kedalam tas. Dia tibatiba memiliki pola nya sendiri dan memutuhkan waktu sekitar 3 menit untuk membuatnya lurus lagi. Lalu untuk menyembuhkanmu? Butuh berapa menit ya? Atau jam? Hari barangkali? Berbulan? Sekian tahun?

Aku mengerti betapa harimu berat belakangan ini. Sulit dan seperti kubilang, kusut. Tidak apa-apa. Tidak semua hari adalah hari kita. Kau mungkin pernah tertawa dalam satu hari, tapi kau sah-sah saja merasa tidak baik di hari yang lain. Tapi jangan terlalu lama. Aku khawatir.

Pekerjaanmu mungkin sedang diambang batas. Jangan terlalu memaksa. Kau dimarahi karena kau salah, itu bagus. Jadi kau tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama nanti-nanti. Itu baik. Kau takkan pernah tau kebaikan dan kebenaran jika kau tak pernah salah kan?

People’s suck?

Tidak masalah. Kau berhak mendapatkan mereka yang kelewat mencari perhatianmu. Luangkan waktu untuk memberikan mereka perhatian yang dibutuhkan. Jangan terlalu keras pada mereka. Kau ibu dari semua ibu. Buat dirimu sedikit berkontribusi. Mereka membutuhkan bantuanmu dan tugasmu membantunya. Jangan cepat kesal untuk mereka yang sering salah. Tidak masalah selama kau bisa membenahi nya. Itu tugasmu. Ingat, kau hadir sebagai pelaksana kebijakan dan kebajikan.

Kudengar kampusmu juga agak berantakan. Tidak apa. Karena kemarin kau tidak perhatikan dan sekarang nilaimu malah banyak yang tidak keluar ya? Kejarlah semua itu. Kau bisa lebih dari bisa. Aku sangat yakin kau mampu melaluinya. Kau bisa. Demi mengejar S1 mu. Dan rencananya kau akan melanjutkan S2 kan? Itu cita-cita yang mulia. Kau bisa menyimpan uang untuk itu. Kuberi kau tiga bulan lagi untuk bersenangsenang. Tapi setelah itu, kau harus focus pada hidupmu. Jangan tanpa arah seperti saat ini. Kau boleh marah, kesal, tanpa arah, teman yang di percaya atau apapun. Tapi hanya sampai akhir tahun ini. Setelahnya, masukan semua kedalam laci dan jangan pernah di ungkit lagi.

Kau bisa dan kau pasti bisa.

Aku memberimu solusi untuk semua yang kau hadapi kan? Termasuk untuk hal paling berpengaruh pada hidupmu.

Kau harus focus untuk beribadah. Jalani lagi puasa, solat jangan terlewat dan hidupmu akan di berkahi dalam setiap langkah. Kau harus paham. Kesulitan yang kau hadapi karena kau jauh dari Allah. Tapi Allah tak pernah jauh darimu. Kau harus mendekatkan diri pada Nya.

Kau ingat dulu? Kau pernah berdoa sungguh-sungguh. Meminta di kuatkan untuk 2 pilihan manusia dan tiba-tiba, orang yang paling kau buat focus lah yang datang menyapa. Apa kau tidak rindu itu? 
Apa kau tidak rindu sampai subuh kalian berdua?

 
Aku tahu kau setengah mati rindu dia. Yang mungkin sudah punya pendamping hidupnya. Kau harus belajar ikhlas, kau harus belajar rela. Kau tidak boleh hidup dalam bayang-bayangnya yang malah tidak mau repotrepot menyalakan hidupnya untuk membentuk bayang. Dia hanya muncul sekedar memuaskan egonya untuk mendapatkan perhatianmu. Dengan siapapun kau pergi, kau hanya akan kembali pada dia lagi. Kau hanya akan memikirkan dia dan mengejar dia. Jadi hentikanlah memberi makan egonya. Biarkan dia tertelan ego nya sendiri. Kau lebih hebat dari sekedar pemuas ego. Kau lebih berharga jadi jangan terlalu terlena.

Hai Aku,

Percayalah, kau akan mendapatkan yang lebih baik seiring dengan kebaikan yang kau bentuk. Kau bisa melaluinya seperti kau melalui sebelumnya. Maafkan dirimu yang dulu selalu membuat dosa. Maafkan dirimu yang melakukan kesalahan yang sama. Tak apa, tak masalah. Buka hatimu demi dirimu sendiri.

Aku,

Kamu kuat. Tidak akan terjebak dalam depresi hebat. Kau memiliki landasan keyakinan kuat. Dan kau bisa menjalani semuanya dengan baik.

Terimakasih Aku,

Kau sudah hebat akhir-akhir ini. Kau sudah sangat luar biasa menghadapi waktu yang kadang kejam, semesta yang tak berpihak padamu, dan segala suasana yang muncul karena pengaruh orang-orang yang jahat. Kau bisa melalui semua ini lagi. Jangan lelah. Kau boleh focus mencari uang tapi jangan lupa untuk bersenang-senang. Kau berhak mendapat kehidupan yang layak. Kau bisa memanfaatkan semua yang kau miliki dengan baik. Kau luar biasa. Tetap sayangi dirimu sendiri. Olahraga, makan yang baik. Jangan makan yang terlalu pedas dan berbahaya. Aku tak mau kau sakit dan kehilangan fungsi organ.

Ingat ini jika kau lelah,

Semesta bekerja sesuai dengan mindset mu. Jika kau berfikir kau mampu, kau akan sangat mampu.


Dari Aku, untuk Aku.
Ps : aku menyayangi aku lebih dari apapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...