seperti pada kebanyakan kucing yang sangat senang melihat
pajangan whiskas di etalase toko kelontong lewat jendela di sore itu, aku pun
bisa sesuka ini melihat cara matanya beradu dengan layar laptop dengan sebelah
headset di telinga kanannya. Sesekali dia menghela nafas, meminum teh dinginnya
dan kembali mencatat beberapa hal di notepadnya. Entah. Hanya sedang merasakan
rasa senang yang menyebar begitu liar apalagi saat dia sadar aku memandanginya lama
dan balik menatapku skeptis. Lalu mengorek hidungku dan memasukannya ke mulutku
sendiri. Sialan! Aku makin suka!!
Orang yang terlalu tergilagila pada ice caffe latte no sugar
dan selalu pesan bubur ati ampela yang banyak sambalnya. Orang yang tiap lihat
menu makanan akan cari yang diolah dengan telur. Entah omelet, scramble egg,
atau hanya telur kecap setengah matang. Satusatunya makanan yang pernah dia
minta dariku hanya nasigoreng tanpa kecap dan telor ceplok setengah matang.
Sebenarnya ketika aku pertama bertemu dengannya yang muncul
di batinku hanya “Oh orang baru lagi”. Lalu semua berjalan sebagaimana
hari-hari biasa. Tidak pernah terpikir olehku kita akan sedekat ini. Kita akan
punya cerita yang kita buat masingmasing menjadi paragraph yang utuh. Yang punya
begitu banyak warna frasa setiap harinya. Yang membuatku amnesia dari ingatan
yang kacau atau otak yang kalut pada prinsip diriku kemarin-kemarin. Yang menyadarkanku
arti hidup itu seperti apa dan bagaimana pentingnya sadar pada diri sendiri
bahwa kita ini punya nilai yang tak ternilai.
Yaah. Jika pun akhirnya kau membaca ini, (meski
kemungkinannya kecil dengan betapa sibuknya dirimu akhir-akhir ini) aku hanya
ingin mengatakan ini,
Untukmu yang sering membuatku mengaktifkan urat syaraf di
pipi hingga ku bisa tertawa dan menyebarkan serotonin dengan liar di seluruh
tubuh, terimakasih.
Untuk akses Netflix dan spotify premium, untuk grass jelly
yang aku tak pernah suka tapi kini jadi minuman favoritku dikala waktu, untuk
seluruh makanan yang pedas, berkuah, panggang, goreng, manis, asin, gurih,
cemilan atau makanan berat, aneka kopi, banyak tempat yang ingin kukunjungi dan
kesampaian, tempat tenang atau ramai, tempat yang sangat bagus sampai yang
paling zonk, bakmi terenak di Bandung sampai yang paling ‘blacklist’, dimsum
yang banyak, nasi goreng yang tiada henti, tempat rehat yang selalu memiliki
rasa nyaman yang makin hebat, untuk seluruh lampu merah, untuk random things di
setiap perjalanan, untuk waktu dimana kau prepare pulang (yang mana sampai 10
menit) tapi aku nikmati, dan seluruh hal yang tak bisa ku ucapkan satusatu.
Sehat selalu.
Your sincerely,
Lulu rara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar