Kamis, 12 November 2020

mood

 

seperti pada kebanyakan kucing yang sangat senang melihat pajangan whiskas di etalase toko kelontong lewat jendela di sore itu, aku pun bisa sesuka ini melihat cara matanya beradu dengan layar laptop dengan sebelah headset di telinga kanannya. Sesekali dia menghela nafas, meminum teh dinginnya dan kembali mencatat beberapa hal di notepadnya. Entah. Hanya sedang merasakan rasa senang yang menyebar begitu liar apalagi saat dia sadar aku memandanginya lama dan balik menatapku skeptis. Lalu mengorek hidungku dan memasukannya ke mulutku sendiri. Sialan! Aku makin suka!!

Orang yang terlalu tergilagila pada ice caffe latte no sugar dan selalu pesan bubur ati ampela yang banyak sambalnya. Orang yang tiap lihat menu makanan akan cari yang diolah dengan telur. Entah omelet, scramble egg, atau hanya telur kecap setengah matang. Satusatunya makanan yang pernah dia minta dariku hanya nasigoreng tanpa kecap dan telor ceplok setengah matang.

Sebenarnya ketika aku pertama bertemu dengannya yang muncul di batinku hanya “Oh orang baru lagi”. Lalu semua berjalan sebagaimana hari-hari biasa. Tidak pernah terpikir olehku kita akan sedekat ini. Kita akan punya cerita yang kita buat masingmasing menjadi paragraph yang utuh. Yang punya begitu banyak warna frasa setiap harinya. Yang membuatku amnesia dari ingatan yang kacau atau otak yang kalut pada prinsip diriku kemarin-kemarin. Yang menyadarkanku arti hidup itu seperti apa dan bagaimana pentingnya sadar pada diri sendiri bahwa kita ini punya nilai yang tak ternilai.

Yaah. Jika pun akhirnya kau membaca ini, (meski kemungkinannya kecil dengan betapa sibuknya dirimu akhir-akhir ini) aku hanya ingin mengatakan ini,

Untukmu yang sering membuatku mengaktifkan urat syaraf di pipi hingga ku bisa tertawa dan menyebarkan serotonin dengan liar di seluruh tubuh, terimakasih.

Untuk akses Netflix dan spotify premium, untuk grass jelly yang aku tak pernah suka tapi kini jadi minuman favoritku dikala waktu, untuk seluruh makanan yang pedas, berkuah, panggang, goreng, manis, asin, gurih, cemilan atau makanan berat, aneka kopi, banyak tempat yang ingin kukunjungi dan kesampaian, tempat tenang atau ramai, tempat yang sangat bagus sampai yang paling zonk, bakmi terenak di Bandung sampai yang paling ‘blacklist’, dimsum yang banyak, nasi goreng yang tiada henti, tempat rehat yang selalu memiliki rasa nyaman yang makin hebat, untuk seluruh lampu merah, untuk random things di setiap perjalanan, untuk waktu dimana kau prepare pulang (yang mana sampai 10 menit) tapi aku nikmati, dan seluruh hal yang tak bisa ku ucapkan satusatu.

Sehat selalu.

Your sincerely,

Lulu rara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...