Minggu, 09 Februari 2020

Lunar

Aku Kirana
Kau Baskara
Kita samasama dicipta untuk merampas intensitas
Bukannya bersandingan dalam langit yang luas
Samasama merebut gelap
Dan malah membuat segalanya menjadi jauh lebih pekat
Tidak ada kata kalah
Meski dilingkupi dosa salah
Kau dan aku mengira, dunia bisa kita cahayakan bersama
Walau sebenarnya, terlalu silau jika matahari ada dua

Aku memilih pergi saat kau sudah berlari. Dengan sisi gelap yang baru kau temui dan butuh kau sinari. Dengan semua resolusi yang kau bangun susah payah dan aku dihapus didalamnya. Beruntungnya aku masih berada di permukaan, belum berada dalam kedalaman. Aku tak jadi pihak yang paling tersakiti, karena aku yang sedang proses bunuh diri.

Aku yang gagal membentuk. Aku yang berhasil remuk.

Tapi aku senang kau berada di sisi bumi. Yang punya jutaan cerita dalam ceria. Aku bangga saat citacitamu terbentuk nyata. Aku tak pernah berniat merasuk kembali. Tak pernah ada dalam batinku punya paragraf yang sudah kau tutup dengan epilog.

Berbahagialah, selamanya.

Kamis, 06 Februari 2020

Depresi


Ada satu magnet yang hidup
Dia bernafas dengan tarikan yang kuat
Menepis jarak, membentuk erat
Berputar pada poros yang pasti

Ada proses membentuk takut
Dia terbang dengan kaki menyentuh laut
Tenggelam antara khayal yang pergi
Demi damai dengan kalbu bumi

Mata akhirnya beradu satu
Pandang jauh relung terdalam
Detik berhenti, rotasi lekas terlepas
Vena menyempit
Berteiak pada melodi


Tolol

Ada yang hadir sebagai nadir
Berdetak melekat
Menyatu berpadu
Tak terpisah, seorang rumah
Tempat pulang setiap petang datang menjelang

Sederhana,
Kau kira tambahan warna
Babak belur, hancur lebur
Kau limpahkan syukur
Ini ujian kau kata
Sedikit lagi saja untuk akhir yang bahagia

Lelah mengalah, letih yang perih
Pilu memburu, patah yang rekah
Untuk waktu yang kau tuju, demi suci yang kau nanti

Aku ada disini sebagai P3K
Pertolongan pertama kala kau kira dunia telah celaka dan usai begitu saja

Meski semestamu dia, gravitasimu tetap aku
Saat kau hilang arah, akan selalu menjadi rumah
Silahkan bersenang-senang
Aku hanya tempat mengadu tenang

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...