Sabtu, 21 September 2019

Maaf, Terimakasih, Tolong


Ini adalah sebuah Paragraf untuk tiga kata ajaib.

Maaf, Terimakasih  & Tolong.

Yang secara tidak langsung ku tujukan untukmu D dimanapun kau berada, dalam keadaan apapun kau membaca ini.

Maaf aku tidak bisa bilang langsung. Aku terlalu pengecut untuk itu. Aku Cuma bisa menulis ini dengan harapan mungkin kau akan membacanya suatu saat nanti dan memberikanku maaf agar aku bisa hidup dengan tenang tanpa menjadi bayang di hidupmu yang tentu tak pernah kau sadari.
Untuk 2015 yang sangat mempengaruhi ku selama 4 tahun ini. Sebentar lagi tahun kelima dan aku tidak ingin terus terjebak dalam rasa penasaran yang kuat dalam rongga nadiku. Jadi aku akan memulai membuka paragraph yang kemungkinan kecil kau lirik, tapi berharap itu baik selama kesempatan itu ada dan aku memperjuangkannya.

Aku minta maaf,

Untuk beberapa tahun lalu. Aku sangat amat senang bisa bertemu denganmu di November waktu itu. Saat kau datang untuk mengambil buku paper romance pesanan customermu. Kau duduk di kursi customer service dan aku memandangmu dari kejauhan tidak bisa menahan senyum yang terus menerus berteriak keluar merebut tempat untuk merekah.  Sweeter merah santa claus dan sial kau keterlaluan di balut itu. Aku tidak bisa melupakannya untuk banyak tahun berikutnya. Menyebut namamu dan yang kuingat adalah bayang itu.

Aku senang sekali mendapat kesempatan melihat KTP mu dan ada tanggal lahirmu disana. Aku berjanji detik itu untuk selalu memberikan yang terbaik saat hari lahirmu tiba. Aku membuat semua hal dan mengemasnya menjadi sesuatu yang istimewa ketika Maret itu hadir tahun depan. Sejak saat itu aku benar-benar mencarimu. Dan ku putuskan aku jatuh cinta.

Tak ada yang lebih membuatku bahagia saat kau akhirnya datang ke tempatku bekerja dengan celana merah baju hitam panjang dan masker hijau yang membuatku harus lari ke pantry untuk memakai parfum banyak-banyak dan memoles bibir hanya demi kelihatan segar saat kau melihatku.

Bagiamana ya aku mengatakannya? Setiap detail yang kau berikan padaku, senyum itu, sentuhan kecil, saat kau berdiri di sampingku, rasanya semua adalah yang terbaik yang pernah Tuhan berikan dan anugerah itu di berikan lewatmu. Membuatku begitu bersyukur bisa mendapatkan itu semua.

Tapi maafkan aku.

Aku yang bodoh malah dekat dengan orang lain. Jalan dengan manusia yang lain ketika seluruh hidupku aku beri untuk mu. Aku depresi saat kau malah dekat dengan perempuan lain bahkan hanya sekedar memegang tangan. Aku sangat kesal. Dan hal yang kulakukan adalah balas dendam yang malah sangat salah dan boomerang paling menyakitkan. Maafkan aku pernah begitu bodoh. Maafkan aku yang malah memilih orang lain, merusak diri karena aku tidak mendapatkan mu kembali. Aku salah dan aku bodoh dan aku tahu harusnya aku tidak melakukan hal itu.

Aku sangat menyesal karena semua yang aku lakukan tidak pernah membuatmu kembali. Aku jahat dengan pergi bersama orang lain berharap mungkin kau akan tergerak berkompetisi. Aku nyaris menyerah mendapatkanmu. Maaf kan aku. aku tidak pernah ada rasa pada mereka. Aku pandai berpura-pura memiliki rasa pada mereka tapi aku lelah berbohong pada diri sendiri. Aku lelah.

Aku minta maaf.

Dan mengembalikanmu adalah hal tersulit yang aku jalani. Aku tidak suka kita jadi canggung. Aku tidak suka kau membentuk jarak. Aku ingin kita kembali seperti dulu. Jika itu artinya tanpa melibatkan perasaan aku akan mencoba untuk tidak terlalu menunjukannya. Tapi aku tetap menyukaimu. Sangat. Dan tidak berubah. Kau tau? Wallpaper ponselku dan pigura di mejaku adalah fotomu.

Aku juga ingin berterimakasih. Untuk tahun yang luar biasa.

Itu adalah perjalanan paling hebat. Aku menemukan mu di setiap tempat yang aku lalui. Bahkan ketika aku pergi dengan orang lain, mendengar lagu mu di nyanyikan orang lain, aku masih menemukanmu berada disana. Aku juga tentu ber Alhamdulilah karena Allah memberimu untuk muncul dalam hidupku. Terimakasih karena kau telah hadir dalam waktu yang sama dan berkunjung padaku. Aku tidak bisa mengatakan apapun lagi. Aku butuh tisu!!

Dan Terakhir, aku mau minta tolong.

Tolong jaga dirimu baik-baik.

Lakukan yang kau suka. Apapun itu selama positif dan baik baik aku selalu mendukungmu dalam doa. Mungkin jika malaikat bisa berimu bocoran, namaku akan muncul setelah Ibumu sebagai orang yang paling sering menyebutmu dalam doa.

Jangan terlalu larut ketika pulang atau terlalu pagi untuk tidur. Makan yang baik dan kau bisa menjaga diri lebih daripada yang aku tahu. Aku tahu, kau tak perlu di iingatkan. Tapi yah.. aku hanya bisa memberimu itu. Sebagai pesan terakhir yang ku sampaikan.

Kadang aku menyesal menghapusmu dari sebagian memori. Tapi yah, mungkin ada saat nya aku untuk menerima lupa.

Suatu saat kau takkan lagi ada dalam ingatan yang ku miliki. Aku tahu. Tapi aku masih mencari cara untuk ketahap itu. Dan aku kuatir, tidak bisa menemukannya.

***

Surat Untuk Aku, dari Aku


Surat untuk Aku.

Hai Aku,

Apakabarmu? Kusut ya? Seperti headset yang masuk kedalam tas. Dia tibatiba memiliki pola nya sendiri dan memutuhkan waktu sekitar 3 menit untuk membuatnya lurus lagi. Lalu untuk menyembuhkanmu? Butuh berapa menit ya? Atau jam? Hari barangkali? Berbulan? Sekian tahun?

Aku mengerti betapa harimu berat belakangan ini. Sulit dan seperti kubilang, kusut. Tidak apa-apa. Tidak semua hari adalah hari kita. Kau mungkin pernah tertawa dalam satu hari, tapi kau sah-sah saja merasa tidak baik di hari yang lain. Tapi jangan terlalu lama. Aku khawatir.

Pekerjaanmu mungkin sedang diambang batas. Jangan terlalu memaksa. Kau dimarahi karena kau salah, itu bagus. Jadi kau tidak akan mengulangi lagi kesalahan yang sama nanti-nanti. Itu baik. Kau takkan pernah tau kebaikan dan kebenaran jika kau tak pernah salah kan?

People’s suck?

Tidak masalah. Kau berhak mendapatkan mereka yang kelewat mencari perhatianmu. Luangkan waktu untuk memberikan mereka perhatian yang dibutuhkan. Jangan terlalu keras pada mereka. Kau ibu dari semua ibu. Buat dirimu sedikit berkontribusi. Mereka membutuhkan bantuanmu dan tugasmu membantunya. Jangan cepat kesal untuk mereka yang sering salah. Tidak masalah selama kau bisa membenahi nya. Itu tugasmu. Ingat, kau hadir sebagai pelaksana kebijakan dan kebajikan.

Kudengar kampusmu juga agak berantakan. Tidak apa. Karena kemarin kau tidak perhatikan dan sekarang nilaimu malah banyak yang tidak keluar ya? Kejarlah semua itu. Kau bisa lebih dari bisa. Aku sangat yakin kau mampu melaluinya. Kau bisa. Demi mengejar S1 mu. Dan rencananya kau akan melanjutkan S2 kan? Itu cita-cita yang mulia. Kau bisa menyimpan uang untuk itu. Kuberi kau tiga bulan lagi untuk bersenangsenang. Tapi setelah itu, kau harus focus pada hidupmu. Jangan tanpa arah seperti saat ini. Kau boleh marah, kesal, tanpa arah, teman yang di percaya atau apapun. Tapi hanya sampai akhir tahun ini. Setelahnya, masukan semua kedalam laci dan jangan pernah di ungkit lagi.

Kau bisa dan kau pasti bisa.

Aku memberimu solusi untuk semua yang kau hadapi kan? Termasuk untuk hal paling berpengaruh pada hidupmu.

Kau harus focus untuk beribadah. Jalani lagi puasa, solat jangan terlewat dan hidupmu akan di berkahi dalam setiap langkah. Kau harus paham. Kesulitan yang kau hadapi karena kau jauh dari Allah. Tapi Allah tak pernah jauh darimu. Kau harus mendekatkan diri pada Nya.

Kau ingat dulu? Kau pernah berdoa sungguh-sungguh. Meminta di kuatkan untuk 2 pilihan manusia dan tiba-tiba, orang yang paling kau buat focus lah yang datang menyapa. Apa kau tidak rindu itu? 
Apa kau tidak rindu sampai subuh kalian berdua?

 
Aku tahu kau setengah mati rindu dia. Yang mungkin sudah punya pendamping hidupnya. Kau harus belajar ikhlas, kau harus belajar rela. Kau tidak boleh hidup dalam bayang-bayangnya yang malah tidak mau repotrepot menyalakan hidupnya untuk membentuk bayang. Dia hanya muncul sekedar memuaskan egonya untuk mendapatkan perhatianmu. Dengan siapapun kau pergi, kau hanya akan kembali pada dia lagi. Kau hanya akan memikirkan dia dan mengejar dia. Jadi hentikanlah memberi makan egonya. Biarkan dia tertelan ego nya sendiri. Kau lebih hebat dari sekedar pemuas ego. Kau lebih berharga jadi jangan terlalu terlena.

Hai Aku,

Percayalah, kau akan mendapatkan yang lebih baik seiring dengan kebaikan yang kau bentuk. Kau bisa melaluinya seperti kau melalui sebelumnya. Maafkan dirimu yang dulu selalu membuat dosa. Maafkan dirimu yang melakukan kesalahan yang sama. Tak apa, tak masalah. Buka hatimu demi dirimu sendiri.

Aku,

Kamu kuat. Tidak akan terjebak dalam depresi hebat. Kau memiliki landasan keyakinan kuat. Dan kau bisa menjalani semuanya dengan baik.

Terimakasih Aku,

Kau sudah hebat akhir-akhir ini. Kau sudah sangat luar biasa menghadapi waktu yang kadang kejam, semesta yang tak berpihak padamu, dan segala suasana yang muncul karena pengaruh orang-orang yang jahat. Kau bisa melalui semua ini lagi. Jangan lelah. Kau boleh focus mencari uang tapi jangan lupa untuk bersenang-senang. Kau berhak mendapat kehidupan yang layak. Kau bisa memanfaatkan semua yang kau miliki dengan baik. Kau luar biasa. Tetap sayangi dirimu sendiri. Olahraga, makan yang baik. Jangan makan yang terlalu pedas dan berbahaya. Aku tak mau kau sakit dan kehilangan fungsi organ.

Ingat ini jika kau lelah,

Semesta bekerja sesuai dengan mindset mu. Jika kau berfikir kau mampu, kau akan sangat mampu.


Dari Aku, untuk Aku.
Ps : aku menyayangi aku lebih dari apapun.

Jumat, 13 September 2019

mood


Kemarin aku tiba-tiba ingin ke Istana Plaza.

Entah kenapa hanya feelingku kuat ingin kesana.
Jadi ketika aku pulang, aku berusaha tepat pukul 4 saat matahari sedang cantik namun satu sisi mengerikan karena efeknya benar-benar  parah. Kekeringan, kebakaran hutan. Dan aku masih menganggapnya senja yang indah.

Aku duduk di sebuah angkutan kota menelusuri jalanan yang rindang dan kadangkadang aku melihat sinar matahari diantara dedaunan. Sambil memikirkan, apa yang sedang kau lakukan ya?

Apa mungkin kau sedang di kamarmu memainkan lagu? Atau belajar teknik kartu yang baru? Atau kau hanya tiduran? Atau kau sibuk dengan kesibukan yang aku tidak tahu itu apa. Tapi seperti bagaimana kebiasaan otakku bekerja, aku selalu memikirkan kau baik baik saja dengan segala hal yang kau lakukan. Bagaimana kau memulai harimu dengan baik. Tidur menjelang pagi, bangun di tengah siang. Dengan celana boxer atau kaos lengan panjang kau bangun. Rambut berantakan, dan ah sial aku jadi kesal tak bisa melihatmu saat itu.

Oh ya beberapa hari kemarin aku menemuimu dalam mimpi. Kau manis sekali. Dengan cara yang menyenangkan kau tersenyum padaku. Aku lupa aku bilang apa tapi aku ingat betapa tatapanku bisa mengartikan betapa aku sangat suka melihatmu melihatku.

Lalu aku terbangun. Dan sangat sedih menyadari itu hanya mimpi.

Oh ya, aku akhirnya tiba di mall ini. Ini mall yang katanya akan mati sebentar lagi. Banyak tenant nya yang tutup karena management nya buruk. Tapi aku masih bersyukur banyak tenant yang ku sukai masih berdiri. Gramedia sedang mengadakan diskon yang cukup hebat. Banyak buku yang didiskon murah dan aku membeli beberapa. Aku juga membeli tiket nonton. Aku nonton sendiri tapi kemudian aku keluar lagi.

Lalu aku beli kopi. Tapi kopinya tidak enak. Aku menyesal membelinya.

Aku Cuma duduk di tepi kursi sendiri lalu aku menelefon teman-temanku siapa tau mereka bisa datang sekedar menjadi teman.

Tapi tidak ada yang datang. Jadi aku melamun lagi.

Tempat itu sudah berubah ya. Tapi aku masih banyak mengingat hal baik di tempat itu.

Bagaimana aku benar-benar menyukai berada disana. Bagaimana aku bisa jatuh cinta pada hal kecil yang kubuat saat beberpa jam aku disana. Aku ingat saat kau tersenyum. Aku ingat saat kau bilang sweeterku bagus. Aku ingat saat ternyata kau membeli sweeter serupa berwarna abuabu.

Aku jadi ingin pulang dan memakai sweeter itu.

Aku juga ingat tentang buku dilan yang pernah kau berikan. Dengan tandatangan di dalamya. Aku sangat sedih karena itu hal terbaik yang terakhir bisa kau beri setelah melepasku seperti itu.

Kenapa ya aku bodoh sekali?

Kenapa ya aku jahat sekali!

Kemana moralku saat itu? Aku sedih hingga hari ini dan mengutuk kenapa aku bisa sebodoh itu.

Aku belum pernah mengatakan ini padamu.

Aku minta maaf.

Untuk semua kebodohan yang pernah aku lakukan. Aku tidak pernah sekalipun berhenti untuk menyukaimu. Lebay mungkin jika kau baca ini sekarang. Aku tertawa juga.

Tapi percayalah satu hal.

Dari semua kehidupan dan kebodohan yang aku alami, aku berusaha entah bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan perhatianmu kembali. Meski aku tahu itu salah.

Sangat sangat salah. Dan aku merutuki dosaku lagi.

Maaf. Maaf dan maaf.

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...