Kamis, 24 Maret 2022

asa

 ketika ada barang yang tidak pada tempatnya, untuk seseorang yang selalu menyimpan sendok sebelah kanan dan garpu dikiri akan sangat stress ketika melihat cream wajah diatas laptop yang berduet dengan serum yang botolnya terbalik dan eyeliner dengan pena yang tak lagi runcing karena digunakan untuk menulis kalimat patah hati. 

bukan hanya sekali dua kali tapi kekacauan di semesta raya ini biasanya tidak pernah berlangsung lebih dari 5 menit. biasanya perempuan ini akan menyimpan sisirnya pada rak khusus yang dengan canggihnya bisa memisahkan dan membuang rambut rontok yang masih berada di gerigi. bukan membiarkannya lembab dan basah, terbaring dengan genangan air mata. 

lantai yang dilapisi karpet bulu mewah diskonan kini sembab oleh pilu yang dia ciptakan sendiri. asap yang muncul bukan sebab aroma terapi. tapi bakaran tembakau yang dilarang ia hisap demi asma keparatnya. 

“aku memilih mati” gumamnya. 

mata itu tak lagi berbentuk di bingkai wajahnya. tertutupi rasa kecewa yang menyebar liar hingga membuat kerongkongannya tak lagi merasa haus atau dahaga. dia membiarkan panas perasaanya membakar raga yang lacur oleh harapan dan bualan cinta yang brengsek. 

hancur sudah 8 tahun dengan hitungan 15 detik paling keparat yang berani muncul dalam 28 tahun kehidupannya. 

dia tak mau hidupnya berisik oleh kalimat tenang yang justru membuatnya berang. 

dia benci alunan lagu pelan menenangkan yang teriring dengan gitar akustik murahan.

bagaimana mungkin seluruh hal baik yang membuatnya merasakan jiwanya terbentuk lagi setelah sekian lama, lebur dengan onggokan bangkai yang sengaja dibentuk begitu rupa?


Selamat datang di Kehidupan


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...