Minggu, 17 Mei 2020

Halte

Jika kau pernah ke sebuah halte bis, tempat menunggu kendaraanmu datang. Kau akan lihat sebuah tempat berbentuk kotak dengan atap dan kursi. Senyaman mungkin. Melindungi kala panas atau hujan. Banyak kursi, kadang ada ayunan. Sering banyak orang jualan. Tempat orang pacaran, sering di pojokan kala malam. Atau berteduh dari lelahnya kerja sepanjang hari. Seringkali menangis waktu dunia sedang tak ramah.

Meski akhirnya mereka semua pergi lupa pamit. Beberapa ada yang berbaik hati mengabadikan halte itu sebagai tempat bersejarah. Banyak yang benci juga dengan vandalisme di kiri dan kanannya.
Tapi dia tetap disana. Tidak bisa berpindah. Tetap menjadi sebuah halte bis.

Yang nyaman untuk gelandangan kesepian, atau tempat para transpuan merokok menunggu nafkah.
Yang melindungimu dari hujan, atau panas terik, atau tempat kala kau menunggu bis mu datang.

Aku, selamanya akan jadi halte itu.
Dan selama itu aku akan selalu berharap kau selalu salah jurusan.
Agar kau tinggal menetap dan tak pernah beranjak.

Selasa, 12 Mei 2020

sin

Kau adalah dosa favoritku.

Obsesi

Jika kalian pernah menyukai seseorang dan melakukan ini, mungkin kalian bukan hanya menyukai. Tapi terobsesi.





Aku menyimpan fotomu di belakang nametag kerja

Aku memasang wallpapermu pada kedua ponselku

Aku menyesal menghapus foto beberapa tahun lalu

Aku selalu datang ke tempat kau kerja dulu untuk sekedar duduk dan melihat mungkin kau lewat lagi

Aku pernah membawakanmu obat luar waktu kau update di bbm tangamu luka

Aku pernah membawakanmu roti dan susu untuk makan siang

Aku pernah mencari buku paper romance yang jadi alasan kita bertemu saat itu

Aku selalu menyiapkan sesuatu tiap kali kau ulang tahun tapi aku tak pernah berikan

Aku sering menceritakanmu pada teman-teman

Aku pernah salah menjalani banyak hubungan dengan membayangkanmu adalah mereka

Aku selalu membuka twittermu

Aku sering membuka profile dan melihat pada siapa kau ber interaksi

Aku sering datang ke indomaret hanya untuk melihat nescafe latte dingin dan snickers

Aku suka melihat buku yang pernah kau kasih dulu

Aku suka membayangkan kau menikah untuk membuatku sakit hati dan lupa bahwa aku pernah suka

Aku sering sangat panas lihat kau foto dengan perempuan

Aku suka melihat fotomu jika aku lelah dan membayangkan seakan kau bilang “semua baikbaik saja”

Aku sering memutar ulang tiap kau nyanyi

Aku menyimpan beberapa video mu


Minggu, 10 Mei 2020

undangan





Ada sebuah kursi dengan banyak dedaunan yang menjalar. Tiang kayu, lampu yang lucu, tanaman diantara pepohonan, dengan ratusan bangku kayu berjajar rapih, tirai putih, piano juga ada disana.

Iya, selamat datang katamu.

Kau hebat sekali menyiapkan ini semua serapih mungkin. Dengan estetik. Foto di kiri dan kanan, juga cuaca yang cerah. Komorebi nya dapet kau kata. Saat matahari masuk melewati dedaunan. Dan sound systemnya lembut sekali. Kau bisa mendatangkan piano itu di tempat yang tepat.

“Biar kamu enak maininnya”

Aku ingat saat kamu datang dengan senyuman yang paling luas mampir ke pipimu. Kau pesan milkshakes strawberry dan aku teh Tarik dingin. Mentraktirku makanan favoritku sepanjang masa. Nasi goreng Pak Yamin. Dan meminta ku untuk main piano di hari paling penting dalam hidupmu.
Selembar undangan mampir ke mejaku. Beserta sebuah kain putih yang menjadi selendang untuk seragam pernikahan.

Sabtu, 27 April 2019.

Dengan namamu sebagai pengantinnya. Dan kekasihmu yang bersanding disamping namamu. Nuansanya manis sekali. Cream putih dan hijau.

Kau minta aku bermain Banda Neira. Sampai Jadi Debu.

Acara ini tidak akan besar kau bilang. Hanya orang paling berarti dalam hidupmu yang kau undang.

Aku, termasuk. Pusat dunia. Tentu saja, aku adalah tamu kehormatan yang namanya akan selalu 
muncul paling atas dalam list undangan yang baru rilis dua minggu kemarin. Aku adalah yang pertama mendapatkan undangan ini. Kau mengosongkan jadwalku dan mengatur semuanya agar aku datang.

Tentu saja, kau sahabatku yang terbaik. Aku akan datang.

Menghadiri pernikahan terbaikmu, satusatunya.

Pernikahanmu dengan salah satu orang paling hebat yang pernah mampir dalam hidupku.

Semoga kalian bisa saling menjaga.

Karena aku pernah gagal untuk itu.


Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...