Jika kau pernah ke sebuah halte bis, tempat menunggu kendaraanmu datang. Kau akan lihat sebuah tempat berbentuk kotak dengan atap dan kursi. Senyaman mungkin. Melindungi kala panas atau hujan. Banyak kursi, kadang ada ayunan. Sering banyak orang jualan. Tempat orang pacaran, sering di pojokan kala malam. Atau berteduh dari lelahnya kerja sepanjang hari. Seringkali menangis waktu dunia sedang tak ramah.
Meski akhirnya mereka semua pergi lupa pamit. Beberapa ada yang berbaik hati mengabadikan halte itu sebagai tempat bersejarah. Banyak yang benci juga dengan vandalisme di kiri dan kanannya.
Tapi dia tetap disana. Tidak bisa berpindah. Tetap menjadi sebuah halte bis.
Yang nyaman untuk gelandangan kesepian, atau tempat para transpuan merokok menunggu nafkah.
Yang melindungimu dari hujan, atau panas terik, atau tempat kala kau menunggu bis mu datang.
Aku, selamanya akan jadi halte itu.
Dan selama itu aku akan selalu berharap kau selalu salah jurusan.
Agar kau tinggal menetap dan tak pernah beranjak.
"Saat api membakar diri sendiri, tunggulah aku jadi kremasi yang bercumbu dengan petrichor di udara, dan membisikan padamu. Aku mencintaimu, meski aku jadi abu"
Minggu, 17 Mei 2020
Selasa, 12 Mei 2020
Obsesi
Jika kalian pernah menyukai seseorang dan melakukan ini, mungkin kalian bukan hanya menyukai. Tapi terobsesi.
Aku menyimpan fotomu di belakang nametag kerja
Aku memasang wallpapermu pada kedua ponselku
Aku menyesal menghapus foto beberapa tahun lalu
Aku selalu datang ke tempat kau kerja dulu untuk sekedar
duduk dan melihat mungkin kau lewat lagi
Aku pernah membawakanmu obat luar waktu kau update di bbm
tangamu luka
Aku pernah membawakanmu roti dan susu untuk makan siang
Aku pernah mencari buku paper romance yang jadi alasan kita
bertemu saat itu
Aku selalu menyiapkan sesuatu tiap kali kau ulang tahun tapi
aku tak pernah berikan
Aku sering menceritakanmu pada teman-teman
Aku pernah salah menjalani banyak hubungan dengan
membayangkanmu adalah mereka
Aku selalu membuka twittermu
Aku sering membuka profile dan melihat pada siapa kau ber
interaksi
Aku sering datang ke indomaret hanya untuk melihat nescafe
latte dingin dan snickers
Aku suka melihat buku yang pernah kau kasih dulu
Aku suka membayangkan kau menikah untuk membuatku sakit hati
dan lupa bahwa aku pernah suka
Aku sering sangat panas lihat kau foto dengan perempuan
Aku suka melihat fotomu jika aku lelah dan membayangkan
seakan kau bilang “semua baikbaik saja”
Aku sering memutar ulang tiap kau nyanyi
Aku menyimpan beberapa video mu
Minggu, 10 Mei 2020
undangan
Ada sebuah kursi dengan banyak dedaunan yang menjalar. Tiang
kayu, lampu yang lucu, tanaman diantara pepohonan, dengan ratusan bangku kayu
berjajar rapih, tirai putih, piano juga ada disana.
Iya, selamat datang katamu.
Kau hebat sekali menyiapkan ini semua serapih mungkin. Dengan
estetik. Foto di kiri dan kanan, juga cuaca yang cerah. Komorebi nya dapet kau
kata. Saat matahari masuk melewati dedaunan. Dan sound systemnya lembut sekali.
Kau bisa mendatangkan piano itu di tempat yang tepat.
“Biar kamu enak maininnya”
Aku ingat saat kamu datang dengan senyuman yang paling luas
mampir ke pipimu. Kau pesan milkshakes strawberry dan aku teh Tarik dingin. Mentraktirku
makanan favoritku sepanjang masa. Nasi goreng Pak Yamin. Dan meminta ku untuk
main piano di hari paling penting dalam hidupmu.
Selembar undangan mampir ke mejaku. Beserta sebuah kain
putih yang menjadi selendang untuk seragam pernikahan.
Sabtu, 27 April 2019.
Dengan namamu sebagai pengantinnya. Dan kekasihmu yang bersanding
disamping namamu. Nuansanya manis sekali. Cream putih dan hijau.
Kau minta aku bermain Banda Neira. Sampai Jadi Debu.
Acara ini tidak akan besar kau bilang. Hanya orang paling
berarti dalam hidupmu yang kau undang.
Aku, termasuk. Pusat dunia. Tentu saja, aku adalah tamu
kehormatan yang namanya akan selalu
muncul paling atas dalam list undangan yang
baru rilis dua minggu kemarin. Aku adalah yang pertama mendapatkan undangan
ini. Kau mengosongkan jadwalku dan mengatur semuanya agar aku datang.
Tentu saja, kau sahabatku yang terbaik. Aku akan
datang.
Menghadiri pernikahan terbaikmu, satusatunya.
Pernikahanmu dengan salah satu orang paling hebat yang
pernah mampir dalam hidupku.
Semoga kalian bisa saling menjaga.
Karena aku pernah gagal untuk itu.
Langganan:
Komentar (Atom)
Riuh Pandang
Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...
-
Kau adalah api. Menyala dengan kecil yang rapuh dan perlu banyak kayu juga sedikit minyak. Seiring dengan waktu, kau tidak lagi hanya berad...
-
Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...