Jika harus memilih aku jadi apa, aku ingin jadi kipas angin.
aku bisa menghilangkan gerah yang dirasakan, dan sering menemani kalau pergi konser karena ukuranku yang travel size.
aku bisa digunakan untuk membakar sate sampai matang lebih cepat jadi kamu bisa makan lebih lahap dan enak.
aku bisa juga menambah listrikmu setiap bulan karena menyaksikanmu lepas bercinta dengan perempuan keparat yang kau jadikan pelampiasan atas cintamu yang tak pernah terbalaskan bukan?
kau sadar kalau kau sering sekali kasar? kau membantingku kalau putaran kipasku tidak secepat yang kau mau, padahal ini sudah di batas maksimalku.
kau menyimpanku diantara kondom mu yang membusuk bersama dosa yang kau kira takkan menuntutmu di neraka.
seringkali kau menangis sampai tak keluar air mata karena aku yang berusaha menahannya keluar agar egomu tidak mati.
aku terlalu naif untukmu yang sangat bersahaja.
seseorang yang memiliki dunia dan nyaris seluruh wanita bisa kau buat jatuh cinta tak terkecuali aku.
tapi apalah aku ini?
aku hanya sebuah kipas angin.