Hai Blue,
Apa kabarmu?
Baik saja? Selalu sejahtera ku
rasa. Tadi aku beli chatime matcha. Dengan Pearl sebagai toppingnya. Aku beli dua.
Satu untukmu, satu untukku. Kau suka matcha kan? Dengan buble sebagai
toppingnya? Ya aku tadinya sangat bingung karena tidak tahu kau suka apa. Tapi tak
apa, aku coba memilih yang ini. Semoga kau suka.
Kau tau, sore ini sedang sangat
bagus bagusnya. Matahari terebenam diantara jembatan layang pasoepati dari
sini. Aku duduk di tangga parkiran. Ada banyak motor dan mobil yang parkir
disini. dengan gehu pedas dan sosis telur yang kunikmati sendiri. Balubur Town
Square mungkin bukan tempat yang sangat hebat untuk menghabiskan waktu. Tapi itu
berlaku jika kau tidak bisa mendapat sudut yang tepat. Buktinya aku bisa
mendapat sore yang indah hari ini.
Ya akhirnya aku bisa pulang tepat
waktu.
Setelah pekerjaanku yang terlalu
banyak itu selesai juga. Aku benar-benar stress. Aku harus menyelesaikan target
yang seharusnya dikerjakan semua team tapi nyatanya hanya aku yang bergerak. Rasanya
sulit sekali bekerja sama. Aku sampai sangat pusing. Aku harus mengerjakan yang
mana dulu ya blue?
Belum lagi kampusku yang makin
kering.
Kau tahu, dosenku memang jarang
masuk tapi sekalinya dia masuk, dia langsung memberi materi yang tidak aku
pahami. Dan tiba-tiba ujian.
Oh ya blue, aku masih tidak punya
teman hehe.
Kau tahu aku sedih sekali blue.
Maksudku, apa orang-orang tidak
mau berteman denganku? Apa aku terlalu kurang ajar? Terlalu apa adanya? Apa aku
terlalu polos dan pemalas untuk bersikap palsu? Ini menyedihkan blue. Bukankah katamu
aku harus jujur? Tapi kenapa ketika aku jujur, orang-orang justru tidak suka.
Blue, aku kadang sangat ingin
mati.
Tapi blue, aku belum siap untuk
itu. Mati itu bukan solusi kan blue? Lagipula jika aku mati sekarang sepertinya
akan merepotkan. Aku terjun dari lantai 4 ke lantai dasar. Lalu tulangku patah
dan ibu-ibu akan berteriak. Lalu akan kesulitanlah orang-orang menghubungi
keluargaku ya blue. Apalagi jika aku sampai tahu kau yang paling terakhir tau. Ah
aku makin sedih blue.
Aku jadi cari penghiburan yang
lain. Dengan teman-teman yang lebih perhatian padaku seperti teman lamaku dulu.
Oh ya, kau ingat undangan Teh Putri kemarin? Ya dia menikah juga. Bahagia ya? Aku
melihat mereka tidak bisa berhenti menangis loh blue. Oh ya, di pernikahan
mereka, aku juga pakai baju seperti baju mu. Biru. Dengan kain lilit abu yang
kubeli beberapa bulan lalu. Aku tidak tidur dimalam sebelumya memikirkan
mereka, memikirkanmu. Kapan kita bisa seperti itu?
Blue, aku tahu semua itu, semua kehidupanku,
kini tidak ada hubungannya sama sekali dengan mu. Aku tahu blue. Jelas sekali
itu. Kau tidak ingin diganggu. Kau ingin sendirian dengan statusmu. Fokus menjadi
jauh lebih baik. Melupakan semuanya, terutama aku. Karena aku tidak baik
untukmu. Begitukah blue?
Blue, aku belajar.
Aku lebih baik kali ini. Aku berusaha
keras tidak ketinggalan solat. Aku pasang wifi di rumah biar aku bisa youtube
an tentang pentingya hijrah. Malah, aku belajar ingin berhijab. Aku sudah
mencoba blue. Aku sangat mencoba. Aku. Sangat. Mencoba.
Tapi blue, perubahanku bukan
untuk membawa mu kembali. Terlalu hina jika kau adalah alasan agar aku jadi
lebih baik dari kemarin. Aku berubah untuk diriku sendiri. Karena “Perempuan
yang baik untuk lelaki yang baik”
Tapi blue,
Aku masih sangat mengharapkan
kesempatan itu. Aku selalu berusaha agar kita bisa kembali seperti dulu. Aku ingin
kita seperti itu. Kau dan aku, bersama dengan sebuah motor gigi pertamamu. Makan
suki pinggir jalan, atau nasi goreng dekat rumah, pergi ke undangan pernikahan
orang-orang.. saling bertukar kabar, sabar mendengarkan hariku, duduk diteras
dengan kopi berdua di tengah malam. Menikmati kue yang dibeli dijalan. Mendengar
lagu Ed Sheeran perfect kesukaanmu. Menyanyi dengan kepalaku bersandar di
bahumu.
Blue, tidak kah kau rindu itu?
Tapi kembali lagi.
Semua tergantung padamu. Aku tidak
ingin membawamu kearah yang buruk lagi. Kebersamaan kita tidak boleh terikat
dengan pacaran ala syaitan. Tapi aku masih amat sangat menunggu blue.
Persetan dengan lelaki yang
selalu datang dalam kehidupanku. Atau perempuan yang selalu masuk dalam ruang
obrolanmu.
Blue,
Aku rindu.
Dari gadis yang menunggu mu dengan chatime matcha disisinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar