Rabu, 17 Januari 2024

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua?

Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten.

Dan itu adalah sulit jika dipaksa perlu.


Kenapa kau memandang dengan puja sebuah sandaran paku?

Apa yang membuatnya menarik jika kau tahu bahkan jika berani menyentuhnya, kau bisa kehilangan tidak hanya nyawa?


Apakah kau sadar betapa kilaunya safir ditangan gadis yang tidak pernah mencuci? 

Keduanya sedang menatapmu saat ini.

Kursi tertinggi

Kau adalah api.

Menyala dengan kecil yang rapuh dan perlu banyak kayu juga sedikit minyak. 

Seiring dengan waktu, kau tidak lagi hanya berada didalam sebuah lentera. 

Kau mulai mengenal kertas yang ditulis sebagai perkamen tua. 

Kau berteman baik dengan udara karena sadar bahwa tanpanya, kau bisa mati tanpa tapi. 

Kau tumbuh dalam berbagai cara dan rupa. 

Menyempurnakan malam yang gelap menjadi gemerlap. 

Menumbuhkan bayangan dari banyak hal yang memiliki rupa. 

Banyak yang memujamu 

Tapi, tak sedikit yang juga berharap..

Kau mati dalam nyala yang kau bakar sendiri.


Batas(an)

Harusnya kodrat adalah hukum tertinggi dalam takdir.


Tetapi kadang kala banyak yang ingin berpetualang lebih dalam dengan banyaknya kesempatan yang muncul dipermukaan.


Ikan yang bosan didalam kolam dan ingin menjelajah daratan meski tau resikonya dia akan mati


Atau kucing yang memutuskan hidup dilautan untuk berteman dengan paus karena sama-sama menyukai ketenangan dan mengabaikan paru-paru kecilnya yang bising berpesta dalam teriakan yang pilu.

Tidak pernah ada yang melarang perjalanan seseorang atas takdir yang mereka tentukan.


Semua bebas explorasi bumi atau angkasa tanpa dinding yang menjadi batasan


Tapi..

Sulitkah untuk patuh pada cukup?

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...