Minggu, 08 November 2015

Wi II

Kau mungkin bukan,
Matahari pagi di antara fajar
Hujan yang turun dibawah langit Agustus
Oase di Sahara
Dan Kafein diantara aliran nadi menuju jantung

Kau juga memang bukan..
Ptyalin yang membuat nasi terasa manis
Wifi berkekuatan sinyal terbaik
Musik dalam hari buruk seseorang
Atau hot wheels terkencang di dunia

Tapi kau adalah Wi
Yang merupakan mereka
Tapi dijadikan satu
Betapa rakusnya aku..

Wi I

Bila kau serupa cokelat
Atau taburan keju
Kau akan lenyap dalam sekejap
Dengan aku yang menjilatimu
hingga kebawah kuku

Deadline

Rindu adalah pertemuan yang semu
Hadir dalam bayang, lenyap di selubung kenangan
Dituntut untuk kembali pada wujud raga yang nyata
Meski dengan kejamnya waktu menyeretmu menjauh
dengan sepatah kalimat "Belum waktunya"

Sehingga saat air langit menyamar diantara air mata
Lalu gemuruh berbisik kejam..

Dari November kau memintaku untuk berteduh
Entah apa yang buatmu khawatir
Apa yang mesti ku hindari
Kau tau aku menyukai hujan dan bersedia berjalan dibawahnya

Kau buatku  makin terjaga
Membiarkan raga ini tetap kering
Agar api didalamnya tidak padam
Meski pada akhirnya
Akan menghanguskan diri sendiri

Dan
Jika itu pintamu..
Tunggulah aku menjadi kremasi
Agar Abunya bertiup lirih kearahmu
Lalu bercumbu dengan Petrichor diudara
Dan sampaikan bahwa selama ini
Aku mencintaimu meski aku jadi abu

Riuh Pandang

Apa yang kau harapkan dari sebuah penggaris tua? Untuk meluruskan dirinya, dia butuh banyak cara untuk tetap simetris yang konsisten. Dan it...